Senin, 10 Februari 2020

Peran Media Sosial Yang Mengakibatkan Perubahan Sosial pada Remaja


[I0219093] [Wicitra Farda Surya Mahardika]
Penulis Mahasiswa Prodi Arsitektur FakultasTeknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Pada kesempatan ini saya akan mereview sebuah artikel yang terdapat pada laman UNS https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/18198/14694.
Dalam jurnal tersebut terdapat pembahasan bagaimana peran media sosial yang mengakibatkan perubahan sosial pada remaja meliputi pola komunikasi para remaja, segi bahasa, maupun fashion yang dikenakan.
A. Latar Belakang
Perkembanagan teknologi merupakan bagian dari modernitas yang menjadikan manusia berlomba-lomba meningkatkan teknologi. Kemudahan mengakses internet menjadi semakin mudahnya orang-orang untuk mengetahui perkembangan dunia (Wahyudi dan Sukmasari, 2018). Dengan teknologi yang canggih, smartphone dan jaringan internet menjadi makanan sehari-hari orang-orang diera globalisasi sekarang ini.
Internet sudah menjadi bagian terpenting bagi sebagian masyarakat seluruh dunia, karena ada banyak manfaat yang di peroleh jika kita menggunakan internet dengan cermat dan cerdas. Internet dapat sebagai media komunikasi maupun edukasi.Didalam penggunaan internet tentunya tidak terlepas dari media sosial didalamnya, dimana sudah begitu banyak tercipta media sosial yang ada dimasyarakat, bahkan hampir di setiap negara yang memiliki media jaringan sosial lokal masing-masing. Media sosial inilah yang menjadi konsumsi bagi para pengguna Internet di Indonesia tidak kecuali orang-orang di Indonesia, hampir semua orang mempunyai media sosial. Akses media sosial yang mudah dan hanya perlu menggunakan smartphone saja adanya media sosial ini mengakibatkan perubahan pada remaja. Perubahan pada remaja khususnya terlihat pada kebudayaan, perubahan ini bisa jadi satu set perubahan perilaku yang mudah dilakukan misalnya, dalam cara berbicara atau berkomunikasi, berpakaian, makan, dan masuk identitas budaya seseorang. Seolah-olah mereka lupa akan budaya mereka sendiri, dan lebih senang menerapkan kebudayaan asing dalam kehidupan mereka.
B. Tujuan Artikel
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peran media sosial di era globalisasi ini sangat berpengaruh dalam perubahan sosial yang terjadi pada beberapa remaja yang ada di Kota Surakarta. Perubahan ini mencakup pada perubahan pola interaksi, aspek bahasa, gaya berpakaian, dan lainnya yang diakibatkan oleh pengaruh dari kebudayaan barat yang masuk melalui media sosial dan sangat berpengaruh pada budaya remaja di Indonesia.
C. Pembahasan
Dalam pembahasan kali ini akan diuraikan beberapa perubahan yang mencakup aspek budaya didalam masyarakat khususnya pada para remaja. Mengambil dari pendapat Gillin dan Gillin (Soekanto, 2009:263), perubahan sosial adalah sebagai suatu variai dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan, materil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru di masyarakat.
Dari pernyataan diatas disimpulkan bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya penemuan-penemuan baru atau juga modifikasi-modifikasi didalam masyarakat, yang dimana salah satunya merupakan modifikasi dalam teknologi yang semakin berkembang sehingga menciptakan adanya media sosial di kehidupan masyarakat khusunya para remaja. Perubahan yang terjadi pada para pelajar ini mencakup : gaya berkomunikasi atau interaksi, bahasa, gaya berpakaian, dan lainya, dimana ini semua masuk kedalam pengaruh besar dalam keseharian para remaja tersebut.
1. Gaya berkomunikasi : Dulu jika kita ingin berbicara sesuatu atau hanya untuk bercerita kita membutuhkan waktu untuk saling bertemu, namun setelah adanya media sosial kita dapat berkomunikasi antara satu dan lainnya hanya melaluifitur chatting melalui media sosial seperti BBM, line, WA, dan lainnya. Banyak dari para remaja mengakui bahwa mereka lebih senang berkomunikasi melalui media sosial karna dapat menghemat waktu tanpa harus bertatap muka.
2. Perubahan bahasa : walaupun tetap berbahasa Indonesia dalam kesehariannya, namun tidak dapat dihindari adanya pemakaian bahasa asing dalam bermain media sosial. Misalnya mereka mengupload sebuah foto namun menuliskan sebuah deskripsi foto tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris, tidak jarang disaat bergaul pun mereka menggunakan bahasa Inggris. Karena memang bahasa Inggris merupakan bahasa global, dan menurut para remaja sekarang dirinya akan terlihat keren/gaul jika sedang menggunakan bahasa Inggris.Selain itu media sosial jugalah yang telah menciptakan bahasa-bahasa yang aneh yang disebut bahasa “alay”, seperti misalnya semangat menjadi “cemungud” dan sebagainya.
3. Perubahan pola Interaksi : Para remaja mengaku mereka dapat menggunakan internet untuk membuka wawasan dan memperluas pergaulan dan pertemanan mereka. Mereka mengakui tanpa bertatap muka dan berkenalan secara langsung mereka dapat berteman dengan siapa saja dari mana saja dan dapat menemui teman-teman baru di akun-akun media sosial mereka. Namun perlu diwaspadai karena dizaman sekarang ini begitu banyak terjadi kejahatan didunia maya, sudah banyak yang menjadi korban pembunuhan, penculikan, dan kejahatan lainnya akibat mengenal oranglain melalui media sosial. Tentunya hal ini menjadi perhatian kita semua agar lebih waspada untuk jangan mudah percaya kepada orang yang baru kita kenal di media sosial.
4. Perubahan penampilan/fashion : Ada beberapa dari mereka yang bergaya dengan rambut mereka yang dicat beraneka warna mengikuti kebudayaan barat yang mayoritas orang-orang disana adalah berambut pirang. Bahkan berpakaian minim didepan umum, mengikuti style dari korea yang banyak digandrungi oleh para remaja sekarang ini dan mengikuti gaya dari para KPOP idola mereka. Sehingga tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
5. Perubahan pola kebiasaan : Dengan perkembangan media sosial sekarang ini orang-orang tidak hanya dapat berkomunikasi namun juga bertransaksi jual-beli, hingga hal ini menimbulkan perubahan didalam bertransaksi. Dulu orang-orang ingin berbelanja baju ataupun sepatu harus mendatangi toko/butik terlebih dahulu namun sekarang hanya dengan media sosial orang-orang dapat membeli barang. Diakui para remaja bahwa mereka lebih senang berbelanja melalui online karna barang-barang yang mereka beli terkadang tidak ada di jual di toko maupun pusat perbelanjaan, padahal dengan berbelanja online jika kita tidak teliti kita bisa jadi korban penipuan atau terkadang barang yang dipesan tidak sama dengan barang yang dikirim oleh penjual.
D. Kesimpulan
Globalisasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat sekarang ini, globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga menciptakan kecanggihan teknologi seperti sekarang ini dan membuat kita ikut andil dalam menikmati kecanggihan teknologi tidak terkecuali para remaja di Surakarta. Perubahan-perubahan yang terjadi jangan sampai karna terlalu mengikuti budaya barat yang dianggap lebih baik/keren membuat kita lupa diri akan identitas kita sebagai warga negara Indonesia. Kita tentunya juga harus bijak dalam menggunakan media sosial, jangan sampai karna mudahnya kita berinteraksi melalui media sosial, sifat sosial kita berkurang. Jangan sampai kita mengurung diri dan hanya berselancar didunia maya saja, sehingga kita tidak bersosialisasi dengan dunia nyata. Selain itu penggunaan yang bijak juga dapat membuat kita terhindar menjadi korban dari kejahatan di media sosial dan jangan sampai membuat kita kecanduan sehingga konsumtif terhadap media sosial.

Sumber: 
Lihat juga:





Tidak ada komentar:

Posting Komentar