[I0219093] [Wicitra Farda Surya
Mahardika]
Penulis Mahasiswa Prodi Arsitektur FakultasTeknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Pada kesempatan ini saya akan
mereview sebuah artikel yang terdapat pada laman UNS https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/18198/14694.
Dalam jurnal tersebut terdapat
pembahasan bagaimana peran media sosial yang mengakibatkan perubahan sosial pada
remaja meliputi pola komunikasi para remaja, segi bahasa, maupun fashion yang
dikenakan.
A. Latar Belakang
Perkembanagan teknologi merupakan
bagian dari modernitas yang menjadikan manusia berlomba-lomba meningkatkan teknologi.
Kemudahan mengakses internet menjadi semakin mudahnya orang-orang untuk
mengetahui perkembangan dunia (Wahyudi dan Sukmasari, 2018). Dengan teknologi
yang canggih, smartphone dan jaringan internet menjadi makanan sehari-hari
orang-orang diera globalisasi sekarang ini.
Internet sudah menjadi bagian
terpenting bagi sebagian masyarakat seluruh dunia, karena ada banyak manfaat yang
di peroleh jika kita menggunakan internet dengan cermat dan cerdas. Internet
dapat sebagai media komunikasi maupun edukasi.Didalam penggunaan internet
tentunya tidak terlepas dari media sosial didalamnya, dimana sudah begitu banyak
tercipta media sosial yang ada dimasyarakat, bahkan hampir di setiap negara
yang memiliki media jaringan sosial lokal masing-masing. Media sosial inilah yang
menjadi konsumsi bagi para pengguna Internet di Indonesia tidak kecuali
orang-orang di Indonesia, hampir semua orang mempunyai media sosial. Akses
media sosial yang mudah dan hanya perlu menggunakan smartphone saja adanya
media sosial ini mengakibatkan perubahan pada remaja. Perubahan pada remaja
khususnya terlihat pada kebudayaan, perubahan ini bisa jadi satu set perubahan
perilaku yang mudah dilakukan misalnya, dalam cara berbicara atau
berkomunikasi, berpakaian, makan, dan masuk identitas budaya seseorang.
Seolah-olah mereka lupa akan budaya mereka sendiri, dan lebih senang menerapkan
kebudayaan asing dalam kehidupan mereka.
B. Tujuan Artikel
Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan bagaimana peran media sosial di era globalisasi ini sangat
berpengaruh dalam perubahan sosial yang terjadi pada beberapa remaja yang ada
di Kota Surakarta. Perubahan ini mencakup pada perubahan pola interaksi, aspek
bahasa, gaya berpakaian, dan lainnya yang diakibatkan oleh pengaruh dari
kebudayaan barat yang masuk melalui media sosial dan sangat berpengaruh pada
budaya remaja di Indonesia.
C. Pembahasan
Dalam pembahasan kali ini akan
diuraikan beberapa perubahan yang mencakup aspek budaya didalam masyarakat
khususnya pada para remaja. Mengambil dari pendapat Gillin dan Gillin
(Soekanto, 2009:263), perubahan sosial adalah sebagai suatu variai dari cara-cara
hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis,
kebudayaan, materil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi
ataupun penemuan-penemuan baru di masyarakat.
Dari pernyataan diatas disimpulkan
bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya penemuan-penemuan baru atau juga
modifikasi-modifikasi didalam masyarakat, yang dimana salah satunya merupakan
modifikasi dalam teknologi yang semakin berkembang sehingga menciptakan adanya
media sosial di kehidupan masyarakat khusunya para remaja. Perubahan yang
terjadi pada para pelajar ini mencakup : gaya berkomunikasi atau interaksi,
bahasa, gaya berpakaian, dan lainya, dimana ini semua masuk kedalam pengaruh
besar dalam keseharian para remaja tersebut.
1. Gaya berkomunikasi : Dulu jika
kita ingin berbicara sesuatu atau hanya untuk bercerita kita membutuhkan waktu
untuk saling bertemu, namun setelah adanya media sosial kita dapat
berkomunikasi antara satu dan lainnya hanya melaluifitur chatting melalui media
sosial seperti BBM, line, WA, dan lainnya. Banyak dari para remaja mengakui
bahwa mereka lebih senang berkomunikasi melalui media sosial karna dapat
menghemat waktu tanpa harus bertatap muka.
2. Perubahan bahasa : walaupun
tetap berbahasa Indonesia dalam kesehariannya, namun tidak dapat dihindari
adanya pemakaian bahasa asing dalam bermain media sosial. Misalnya mereka
mengupload sebuah foto namun menuliskan sebuah deskripsi foto tersebut dengan
menggunakan bahasa Inggris, tidak jarang disaat bergaul pun mereka menggunakan
bahasa Inggris. Karena memang bahasa Inggris merupakan bahasa global, dan
menurut para remaja sekarang dirinya akan terlihat keren/gaul jika sedang
menggunakan bahasa Inggris.Selain itu media sosial jugalah yang telah
menciptakan bahasa-bahasa yang aneh yang disebut bahasa “alay”, seperti
misalnya semangat menjadi “cemungud” dan sebagainya.
3. Perubahan pola Interaksi : Para
remaja mengaku mereka dapat menggunakan internet untuk membuka wawasan dan
memperluas pergaulan dan pertemanan mereka. Mereka mengakui tanpa bertatap muka
dan berkenalan secara langsung mereka dapat berteman dengan siapa saja dari
mana saja dan dapat menemui teman-teman baru di akun-akun media sosial mereka.
Namun perlu diwaspadai karena dizaman sekarang ini begitu banyak terjadi kejahatan
didunia maya, sudah banyak yang menjadi korban pembunuhan, penculikan, dan
kejahatan lainnya akibat mengenal oranglain melalui media sosial. Tentunya hal
ini menjadi perhatian kita semua agar lebih waspada untuk jangan mudah percaya
kepada orang yang baru kita kenal di media sosial.
4. Perubahan penampilan/fashion :
Ada beberapa dari mereka yang bergaya dengan rambut mereka yang dicat beraneka
warna mengikuti kebudayaan barat yang mayoritas orang-orang disana adalah
berambut pirang. Bahkan berpakaian minim didepan umum, mengikuti style dari
korea yang banyak digandrungi oleh para remaja sekarang ini dan mengikuti gaya
dari para KPOP idola mereka. Sehingga tidak banyak remaja yang mau melestarikan
budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian
bangsa.
5. Perubahan pola kebiasaan :
Dengan perkembangan media sosial sekarang ini orang-orang tidak hanya dapat
berkomunikasi namun juga bertransaksi jual-beli, hingga hal ini menimbulkan
perubahan didalam bertransaksi. Dulu orang-orang ingin berbelanja baju ataupun sepatu
harus mendatangi toko/butik terlebih dahulu namun sekarang hanya dengan media
sosial orang-orang dapat membeli barang. Diakui para remaja bahwa mereka lebih
senang berbelanja melalui online karna barang-barang yang mereka beli terkadang
tidak ada di jual di toko maupun pusat perbelanjaan, padahal dengan berbelanja
online jika kita tidak teliti kita bisa jadi korban penipuan atau terkadang
barang yang dipesan tidak sama dengan barang yang dikirim oleh penjual.
D. Kesimpulan
Globalisasi merupakan hal yang
tidak bisa dihindari oleh masyarakat sekarang ini, globalisasi mampu meyakinkan
masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran.
Sehingga menciptakan kecanggihan teknologi seperti sekarang ini dan membuat
kita ikut andil dalam menikmati kecanggihan teknologi tidak terkecuali para
remaja di Surakarta. Perubahan-perubahan yang terjadi jangan sampai karna
terlalu mengikuti budaya barat yang dianggap lebih baik/keren membuat kita lupa
diri akan identitas kita sebagai warga negara Indonesia. Kita tentunya juga
harus bijak dalam menggunakan media sosial, jangan sampai karna mudahnya kita
berinteraksi melalui media sosial, sifat sosial kita berkurang. Jangan sampai
kita mengurung diri dan hanya berselancar didunia maya saja, sehingga kita
tidak bersosialisasi dengan dunia nyata. Selain itu penggunaan yang bijak juga
dapat membuat kita terhindar menjadi korban dari kejahatan di media sosial dan
jangan sampai membuat kita kecanduan sehingga konsumtif terhadap media sosial.
Sumber:
Lihat juga:


